Setiap hari, setiap tahun pasti
ada perubahan yang terjadi di sekeliling gue. Termasuk perubahan dalam
diri gue, yang memutuskan untuk semakin mengejar Tuhan dan
kebenaranNya . Ada perubahan dalam kerohanian gue yang bersyukurnya berdasar riset dan pendapat para mentor
mengalami pertumbuhan menuju dewasa rohani.
Perubahan dalam diri gue untuk hal ini ternyata baru gue sadari membawa dampak beberapa hal, salah satu nya HUBUNGAN dengan teman2 dekat gue yang harus belajar release mereka. Seperti beberapa temen gue, yang dulu deket banget, hopek banget, sekarang gue harus akuin sudah tidak sedekat & intim secara emostional seperti dulu.
Entah dari dia nya kenapa, tapi dari gue pribadi juga menemukan perbedaan pola pikir, visi, passion yang berbeda. Gue yang mau semakin hidup dalam kebenaran, apa2 gue compare dengan kebenaran FirmanTuhan dalam menilai, apa2 gue sambungin ke Tuhan. Sedangkan yang lain, terkadang 'aneh' melihat respon gue
Terasa berbeda sekali saat curhat, klo gue cerita gue sambungin dengan kebenaran, dia tidak (lebih ke perasaan, pada umum nya). Jadi beda kiblat, beda nilai2, mungkin dia tidak nyaman dengan sikap gue yang mungkin bahasanya terlalu radikal atau fanatik. Ya apapun itu, gue tetap mereka teman, bukan musuh, tapi memang ada yang berbeda tidak ada keterikatan emosi seperti dulu yang bisa bertukar pikiran atau membahas sesuatu dengan cara pikir yang sama.
Waktu itu gue sempet bingung sendiri, dan maksa nyambung, tetep ga bisa. Ternyata baru menemukan dan sadar karena ini alasannya.
Harus gue akui dan release klo memang tidak sedekat dulu, karena gue lebih mementingkan hubungan, minat, passion gue dalam kebenaran firman Tuhan. Gak bisa gue paksa deket atau masih merasa deket. Gak bisa gue paksa untuk dia mengerti pola pikir gue, dan harus sadar . Kalau pun dulu pernah berjuang bareng, sepadan, tapi klo skrg dia nya gak mau jalan sama2 lagi, gak bisa paksa atau kecewa dengan keputusan mereka .Gak bisa jadi Tuhan juga buat dia, supaya bisa mengerti atau merubah dia.
Perubahan dalam diri gue untuk hal ini ternyata baru gue sadari membawa dampak beberapa hal, salah satu nya HUBUNGAN dengan teman2 dekat gue yang harus belajar release mereka. Seperti beberapa temen gue, yang dulu deket banget, hopek banget, sekarang gue harus akuin sudah tidak sedekat & intim secara emostional seperti dulu.
Entah dari dia nya kenapa, tapi dari gue pribadi juga menemukan perbedaan pola pikir, visi, passion yang berbeda. Gue yang mau semakin hidup dalam kebenaran, apa2 gue compare dengan kebenaran FirmanTuhan dalam menilai, apa2 gue sambungin ke Tuhan. Sedangkan yang lain, terkadang 'aneh' melihat respon gue
Terasa berbeda sekali saat curhat, klo gue cerita gue sambungin dengan kebenaran, dia tidak (lebih ke perasaan, pada umum nya). Jadi beda kiblat, beda nilai2, mungkin dia tidak nyaman dengan sikap gue yang mungkin bahasanya terlalu radikal atau fanatik. Ya apapun itu, gue tetap mereka teman, bukan musuh, tapi memang ada yang berbeda tidak ada keterikatan emosi seperti dulu yang bisa bertukar pikiran atau membahas sesuatu dengan cara pikir yang sama.
Waktu itu gue sempet bingung sendiri, dan maksa nyambung, tetep ga bisa. Ternyata baru menemukan dan sadar karena ini alasannya.
Harus gue akui dan release klo memang tidak sedekat dulu, karena gue lebih mementingkan hubungan, minat, passion gue dalam kebenaran firman Tuhan. Gak bisa gue paksa deket atau masih merasa deket. Gak bisa gue paksa untuk dia mengerti pola pikir gue, dan harus sadar . Kalau pun dulu pernah berjuang bareng, sepadan, tapi klo skrg dia nya gak mau jalan sama2 lagi, gak bisa paksa atau kecewa dengan keputusan mereka .Gak bisa jadi Tuhan juga buat dia, supaya bisa mengerti atau merubah dia.
semakin erat hubungan dengan Tuhan itu yg kita perlu hari-hari ini
ReplyDeleteYup, pada akhirnya hub Tuhan yang lebih diperlukan dan penting sampai ke-kekekalan , bukan yang lain
DeleteSahabat sejati itu kayak Daud dan Nathan, satu pikiran, satu jiwa. Yang dilihat dan dipengan sama..makanya awet sampai mati. Jadi sahabat buat semua orang itu baik banget, tapi kita juga kudu pilih sahabat kita sendiri :p.
ReplyDeletethanks Lasma, mengingatkan aku contoh persahabatan sejati Daud & Yonathan yg benar2 membangun , menjalani persahabatan dengan kebenaran
DeleteHi fel, thanks for sharing this. It's true that people change and relationships come and go. Life is really as simple as that yach? Life is about hello and goodbye. The only thing that's not like that is GOD.... He is hello and never goodbye.
ReplyDeleteThks again Felhis for reminding all of us.
thanks for your comment ko..
Deleteyes, it's true, only God when we know Him is never say goodbye