background

Melayani dengan hati




Written for Build Oct 2015

Orang Kristen identik dengan pelayanan, melayani. Kenapa bisa begitu ya? Apakah melayani suatu keharusan di gereja? Klo gak melayani itu kayanya gak afdol sebagai anggota gereja aktif…
Salah alasanya karena memang Kristus terkenal sebagai pribadi yang suka melayani. Dia memberi teladan, dengan membasuh kaki para muridnya. Ia mangajar dan menyembuhkan banyak orang. Terlebih lagi Ia rela merendahkan diri untuk sama dengan manusia, supaya rencana penyelamatan tergenapi. Intinya memang melayani adalah gaya hidup pengikut Kristus.

Jadi jangan sampai pelayanan itu menjadi beban. Jangan sampai melayani karena memang syarat, gak enak sampai pemimpin, pks atau lainnya … sehingga memilih pelayanan juga ‘asal’ ada pelayanan.  Juga bukan menganggap pelayanan hanya sekedar mengisi waktu, klo udah banyak kegiatan lain, pelayanan jadi nomor ke sekian.

Jujur, pelayanan itu pernah menjadi suatu beban buat saya pribadi. Karena pelayanan, saya bisa merasa bersalah sendiri kalau saya tidak maksimal. Karena pelayanan, saya bisa menuntut orang lain untuk memberikan yang terbaik. Yang akhirnya membuat konflik, perpecahan. Dan saya sadar hal ini tidak benar.
Jadi pelayanan seperti apa benarnya? Apakah pelayanan harus yang ‘kelihatan’  baru disebut dengan pelayanan?

Offially married :)

Post kali ini singkat aja, cuma mau announce klo daku udah resmi menikah ... sekalian mau share booklet yang kita tulis bareng.
Cerita tentang kita yang bukan karangan belaka, tapi cerita pengalaman dari kita masing-masing yang ternyata diklopin sama Tuhan.



God is our Shepherd
www.god-shepherd.blogspot.com
Kedepannya daku juga akan lebih aktif di blog yang baru ini. Tulisan2 di blog ini saya eksport kesana. Blog yang ini cuma berisi kontribusi2 saja..

Kenapa judulnya ini? Ini adalah visi pernikahan yang Tuhan percayakan buat kami. Dan semoga lewat membaca booklet ini bisa sedikit mengerti.
Banyak cerita/tulisan yang mau daku share selama proses bangun hubungan kita sampai menikah.  Ditunggu saja yaaa, di blog baru itu tulisan nya.

Yang mau baca wawancara tentang kita be2, juga bisa baca di www.majalahpearl.com edisi Desember 2015 - Januari 2016 yang akan terbit beberapa hari lagi.


Photobucket

Mimpi-nya...

Gue dapet ide nulis post kali ini, gara-gara baca buku biografi Eloy by Alberthiene Endah. Penulis yang memang 'jago' untuk urusan tulis menulis soal biografi. Alurnya gak bikin bosen klo doi yang nulis. Apakah ada yang sudah pernah baca? Buat yang belum gue ceritakan sedikit, sekalian gue jelaskan bagian cerita mana yang membuat gue bisa menulis post kali ini


Eloy adalah seorang anak yang tinggal di pedalaman P,Nias. Kalian tau kan P.Nias, itu aja udah termasuk pulau kecil didekat Sumatra, ini dia tinggal di pedalamannya lagi. Bayangkan lah se'dalam' itu dia tinggal. Seperti yang kita tahu, anak-anak mempunyai mimpi sebatas dengan lingkungan yang mereka temui atau sering mereka dengar.

Belajar dari Pohon

written for Build July 2015 (the root and the Word)



Pertama kali diberitahu bahwa sebagai orang Kristen, harus rajin alkitab setiap hari. Jujur, timbul pertanyaan, untuk apa saya perlu membaca firman setiap hari? Bukankah menjadi orang Kristen, cukup menerima Yesus sebagai Tuhan juru selamat, rajin gereja dan aktif dalam komunitas dan pelayanan?  Cerita dalam Alkitab, nanti lama-lama juga akan tahu sendiri dengan mendengar khotbah di gereja. Hidup sudah cukup banyak kesibukan aktivitas, baca firman ya klo pas sempet aja. Lagipula baca gak baca kayanya sama aja, tetap masih bisa menjalani hari. 

Ya pada akhirnya dibaca juga memang, tapi sedikit ‘berat’... karena katanya orang Kristen harus saat teduh, ditanya pemimpin dan kesepakatan komsel. Tapi masih gak benar-benar mengerti pentingnya firman. Apalagi untuk meneliti dan merenungkan, sepertinya itu kerjaan orang yang mau jadi pendeta.  Apakah hal-hal diatas benar?

Klo memang firman itu tidak bermanfaat, untuk apa dari zaman Musa Tuhan selalu memperingatkan untuk memperkatakan, mengajarkan dan merenungkan taurat itu siang dan malam? Apa gunanya Tuhan ‘menjaga’ firmanNya sejak ribuan tahun lalu? Apa sekedar menjadi tanda kitab suci orang Kristen?

Kuasa Perjanjian

Marriage adalah sebuah perjanjian (covenant)

Dengan statement ini, buat gue pernikahan tidak gimana-gimana amat. Biasa aja. Karena sepertinya kebanyakan pernikahan ya biasa aja, lebih banyak negatif malah iya. Mau sama-sama Kristen juga bisa selingkuh, bahkan cerai. Apalagi dengan kata 'covenant', di otak gue yang kepikir awal2, kaya perjanjian kontrak job, kerjasama, rumah yang ada batas waktu akhir nya.
Katanya sih convenant (perjanjian) dan kontrak itu beda. Tapi jujur awalnya gue masih tidak bisa melihat perbedaan itu dengan jelas.

Seperti yang gue pernah ceritakan dipost panggilan menikah, gue sedikit 'takut' sama yang namanya pernikahan. Ketika menikah sepertinya cewe siap untuk disakiti, pokoknya hal-hal gak enak deh. Jadi image pernikahan buat gue, tidak semulia dan tidak seindah menurut Tuhan.

Tapi bersyukur lewat bimbingan pra nikah, gue mulai di cuci otaknya, untuk melihat pernikahan menurut Allah, sang Pencipta pernikahan itu sendiri. Dan lebih lagi Tuhan ajarin gue untuk mengerti ttg arti perjanjian lewat kejadian ini.

Pacaran Vs Pra Nikah

Pacaran Vs Pra Nikah
(Gaya bangun hubungan) 

"...dalam firman Tuhan, tidak ada kata pacaran, adanya tunangan (pra nikah)"
First time mendengar statement ini di kelas pembinaan pas awal2 bertobat, bikin gue rada mikir, bingung tapi lebih ke arah ga setuju...
"Lah, gimana gue mau kenal doi klo gue gak pacaran sama dia?"

Tapi setelah melewati beberapa masa (kesannya gue udah tuir bener,hahaha), mksdnya bukan masa gimana, tapi beberapa kejadian dalam beberapa tahun soal hub pria dan wanita, gue baru ngerti maksud tuh statement and sekarang setuju dgn statement itu. 

Hampir kita semua tau lah, gaya pacaran itu identik dengan apa biasanya, 
"Kita bisa kapan aja putus ... klo memang sudah tidak cocok, ya bubar", bener gak?

Dari pengalaman gue sih pacaran itu biasanya:
Ga jd diri sendiri, alias jaim. Takut klo dia tau asli gue, doi putusin gue kabur sama yg lain.
Gue boleh sentuh lo, lo boleh sentuh gue, krn lo pacara gue..
Tapi itu semua ujungnya GAK JELAS/GAK PASTI!

Bikin ada perasaan gak 'aman', karena bisa aja dia menemukan yang lebih baik dari gue, dan gue ditinggal.

Bayangin aja, terutama kita sebagai cewe, gue udah ijinin lo gandeng2 gue bahkan lebih, terutama gue udah kasih hati gue, tapi ujungnya KITA BISA PUTUS.. Gimana hati cewe gak banyak yg terluka coba...???
Apa lagi skrg ada yg namanya TTMan, HTSan atau apalah namanya..

Apa ini yang dinamakan masa saling mengenal apakah kita cocok atau tidak?
Apakah cara gini bisa bikin kita benar2 saling mengenal dan menjamin membawa kita ke pernikahan?
Apakah ini sesuai kebenaran?

Entertaining VS Hospitality



Choose Hospitality
(Entertaining VS Hospitality)

Ditulis untuk Majalah Pearl Ed.25

Seringkali ketika kita berbicara tentang keramahan (hospitality), kita mungkin berpikir itu seperti sedang memberikan"hiburan" (entertaining). Ehmm, sekilas mungkin hampir sama, tapi sebenarnya jika kita telusuri lebih dalam, kedua hal tersebut mempunyai arti yang sangat berbeda. Yuk, secara singkat kita lihat perbedaannya.

Dari definisinya sendiri, dua kata ini menjelaskan hal yang berbeda.
Entertain : untuk mendapatkan perhatian dengan menampilkan sesuatu yang berkesan.
Hospitality : bermurah hati untuk menerima orang lain (asing).
(Sumber : Wikipedia dengan penerjamahan dan rangkuman sendiri)
Yang satu untuk mendapatkan perhatian, yang satu untuk memberikan perhatian, beda banget?!

Dasar perbedaan besar diantara keduanya juga tentang fokus kita dalam melakukan keramahan. Hospitality dilakukan dengan fokus kepada Tuhan, entertain berpusat pada orang termasuk diri sendiri. Hospitality dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Tuhan, atas dasar kasihNya , untuk menyenangkanNya dan  kemuliaan namaNya (Roma 11:36), sedangkan entertain dilakukan untuk kepentingan diri atau menyenangkan orang lain.

Find your 'pattern'

Pola, identik dengan busana / baju. Lewat pola ini, baju bisa dibuat menjadi bermacam-macam model, disesuaikan dengan kebutuhan, budaya, tema dan tergantung tangan siapa yang membuat serta menjahitnya. Karena hal ini, setiap pakaian tidak bisa disamakan, tiap pakaian memiliki keunikan sendiri2. 
Misal pakaian A yang bermodel casual kaos, tidak bisa dibandingkan dengan pakaian B yang bermodel dress.


Begitu juga dengan pribadi setiap kita yang unik dan berbeda di hadapan Tuhan. Percaya kan, Tuhan lebih kreatif dari manusia paling kreatif di dunia ini kan? Tuhan juga pasti lebih teliti, cermat dari semua yang ada. Dia menciptakan 'jenis manusia' bermacam-macam, perpaduannya ga da yang sama. Contoh simple, sidik jari kita aja beda semua di anatara miliaran umat manusia. Jadi memang kita diciptakan berbeda, memiliki keunikan sendiri dan maka dari itu kita perlu menemukan 'pola' kita. Design/rancangan seperti apa yang Tuhan buat untuk kita hidup.

Panggilan menikah

By the grace of God, gue sedang dan masih menikmati proses persiapan menuju pernikahan. Gue dan calon, memilih untuk mempersiapkan pernikahan kita dengan serius, bukan sekedar persiapan hari H, tapi lebih mempersiapkan bagaimana kita be2 membangun hubungan dan hari-hari setelah resmi menikah nanti. Kita memilih mengikuti proses bimbingan pra nikah dengan intensitas pertemuan yang lebih sering dan lama, yaitu seminggu sekali & dalam kurun waktu awal jadian sampe nanti menikah. Jadi kurang lebih setahun total lamanya kelas bimbingan ini. Bimbingan ini kita pilih, bukan sekedar melihat untuk syarat diberkati, karena sebenarnya tanpa memilih bimbingan yang model ini, kita juga sudah bisa diberkati. Kita memilih yang kebanyakan orang berkomentar, kelamaan, repot...karena benar-benar mau prepare dan belajar sebelum terjun langsung ke pernikahan.

Sangat seru belajar dan mengetahui banyak hal, dan salah satunya mengubahkan paradigma gue tentang pernikahan. Dulu gue menganggap pernikahan, ya udah biasa aja, karena sebagian orang menikah. Karena melihat pernikahan seperti pada umumnya, gue juga ada ketakutan hal-hal yang pada umumnya terjadi (misal perceraian) bisa juga terjadi sama gue. Jadi satu sisi mau menikah, satu sisi juga takut menikah. Sekalipun gue yakin sama doi, karena dapat jawaban yang rada supranatural, denger Tuhan ngomong langsung klo 'he is the one' disertai dengan konfirmasi2 lain, jujur pas menjalani ada keraguan yang timbul. Apakah gue bisa menjalani pernikahan; klo lagi konflik apalagi, apa gue sanggup hidup sama orang kaya gini dan sifat gue bisa adjust, apalagi melihat tidak sedikit mereka-mereka yang mengalami hal gak enak dalam rumah tangga, tidak terkecuali anak Tuhan.

Tapi semakin mempelajari dan mengetahui kebenaran-kebenaran tentang pernikahan, membuat gue semakin antusias dan tidak lagi terombang-ambil ragu atau bingung. Membuat gue semakin kagum, menghargai pernikahan yang Tuhan ciptakan dengan maksud abadi dan mengandung panggilan buat gue pribadi. Menurut Tuhan ternyata bukan sekedar menikah, menikah adalah hal serius dan pernikahan itu sendiri adalah ciptaan Allah yang mulia. Panggilan menikah itu juga mengandung atau bertujuan untuk kemuliaan Allah

Gue berdoa minta Tuhan bukain dan kasih gue pengertian lebih lagi untuk bisa mengaitkan hal-hal yang selama ini gue pelajarin, dan gue dapetin analogi dibawah ini ttg menikah kudu panggilan dari Tuhan. Menikah ibarat berlayar ditengah laut.

dibayar LUNAS!

Disuatu hari gue lagi makan siang bersama seseorang disuatu tempat. Kami cukup lama ada ditempat makan siang tersebut dengan membahas seputar hal-hal penting, sampai saya tidak memperhatikan orang yang sudah keluar masuk ditempat tersebut.

Akhirnya kami harus mengakhiri perbincangan kita dan pulang, tapi sebelumnya kami harus membayar bon tagihan makan dulu.Betapa kaget, ketika gue berdiri dan berbalik arah, ada orang yang saya kenal (sebut si A) menyapa dan berkata, 'sudah saya bayar'.. Berkat tersendiri memang..
Tetapi yang lebih menarik dari dibayarin, saat itu saya mendapat pengertian ttg apa yang Yesus lakukan buat dosa saya.. Ia membayar SEMUA dosa saya, LUNAS!

Saat itu sebenarnya pesanan kami belum semua keluar dan akan complain jika memang ditagihkan.. Tapi belum dicek, baru berdiri, sudah diberi tahu, sudah dibayar. Si A juga gak mau pusing apakah menu nya benar smua , udah keluar semua apa belum. Motivasi si A cuma tulus membayarkan, tanpa pusing isinya. Gak juga enak kan, daku bilang ke orang yang bayar, yang tadi ada menu yang belum keluar.. Karena udah surprise dibayarkan..

Lewat kejadian ini, mengingatkan dan membuat gue semakin mengerti tentang Yesus yang sudah membayar LUNAS semua dosa-dosaku dikayu salib.. Tuhan Yesus TIDAK HANYA menebus dosa-dosa yang SUDAH ku lakukan, tapi Ia menebus SEMUA dosa-dosa gue. Artinya dosa-dosa yang sudah dan belum gue lakukan. Karena Ia tau semua manusia memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa sejauh mana..

Jika gue hidup di perjanjian lama, gue harus mempersembahkan korban setiap melakukan dosa..